Ada Yang Bohong Lewat SMS Atau Chatting? Deteksi Lewat Cara Ini

scan technique

Pengetahuan untuk bisa mendeteksi perihal apakah seseorang telah bohong pada Anda sudah banyak sekali yang membahasnya.

Banyak cara bisa digunakan untuk itu.

Cara pertama mendeteksi bohong tidaknya seseorang adalah lewat bahasa tubuh.

Lewat bahasa tubuh, Anda bisa melihat ekspresi wajah seseorang: tulus tidak senyumnya atau cemberut tidak dianya, jutek tidak wajahnya dan mikro ekspresi lainnya yang bisa ditangkap sebagai tanda awal kebohongan.

Dari bahasa tubuh, Anda bisa tahu bagaimana gerak mata dan posisi badan atau anggota badan tertentu yang juga bisa ditangkap sebagai pertanda kebohongan.

Perihal lebih lanjut bagaimana mendeteksi kebohongan lewat bahasa tubuh secara sederhana sudah pernah kita bahas dalam artikel lalu disini.

Selanjutnya, Anda juga bisa mengetahui berbohong tidaknya seseorang itu lewat struktur kalimat atau kata-kata yang diucapkannya.

Yah, Anda mengandalkan pendengaran dan perasaan Anda sekaligus dalam hal ini.

Lewat pendengaran, Anda bisa tahu apakah dia bicara dengan emosi yang berlebihan.

Lewat pendengaran, Anda bisa tahu apakah intonasi bicaranya naik turun penuh emosi…

Lewat pendengaran, Anda juga bisa tahu lembut kerasnya nada yang terucap setiap kali dia menjawab pertanyaan Anda.

Perihal lebih lanjut bagaimana mendeteksi kebohongan lewat struktur kata-kata dan kalimat yang diucapkan teman bicara tersebut juga sudah pernah kita bahas dalam artikel lalu disini.

Lalu, kalau Anda sedang berkomunikasi lewat sms, whatsapp, BBM dan media chatting lainnya bagaimana Anda mengetahui berbohong tidaknya seseorang?

Saat sms atau chatting itu, Anda tidak bisa melihat ekspresi wajah, gerakan tubuh serta isyarat mata teman bicara Anda tentunya..

Anda hanya akan melihat kata-kata yang tertulis.

Tidak ada bahasa tubuh atau intonasi kata yang bisa Anda lihat dan dengar seperti halnya bicara lewat langsung face to face.

Bagaimana cara Anda mendeteksi kebohongannya?

Bagaimana Mendeteksi Bohong Di SMS dan Chatting?

texting sms

image via : flicr

Riset perihal Pertanda Bohong saat SMS atau Chatting

Pak Tom Meservy dari Brigham Young University di Utah sudah pernah melakukan riset untuk menjawab pertanyaan perihal bohong saat sms atau chatting.

Riset tersebut mencoba mencari petunjuk apa kiranya yang bisa digunakan sebagai pertanda paling umum untuk mengetahui seseorang berbohong saat sms atau chatting?

Dr. Tom menggunakan para mahasiswanya sebagai respondennya dalam risetnya dan dia meminta mereka untuk bercakap-cakap dengan komputer, serta menjawab 30 pertanyaan secara online.

Dari hasil percobaan tersebut, beberapa petunjuk umum yang bisa Anda gunakan untuk mengindikasikan berbohong tidaknya seseorang saat sms atau chatting adalah:

  1. Perhatikan lamanya waktu orang tersebutuntuk merespon,
  2. Dan apakah banyak editan kata-kata,
  3. Juga Perhatikan apakah muncul jawaban-jawaban singkat.

Dr.Tom bilang bahwa Anda harus mengetahui mereka yang berbohong biasanya menghabiskan waktu 10 persen lebih lama untuk mengetik dan mengedit kata-katanya dibandingkan mereka yang jujur.

Namun, Anda harus perhatikan juga bahwa tidak serta merta jeda waktu yang cukup lama untuk merespon menjadi 100% penentu bahwa si dia lagi berbohong. Perhatikan konteks dan kejadian saat Anda berkomunikasi.

Hal tersebut pun diakui oleh Dr. Tom. Dia bilang bahwa hasil risetnya membutuhkan data dan pendalaman riset lebih jauh.

Hitung-hitung buat kewaspadaan tanpa harus langsung menuduh dia telah berbohong, Anda perhatikan saja tips-tips dari Dr. Tom diatas siapa tahu bisa diterapkan….hehehe..

Anda bisa baca detail pembahasan perihal riset Dr. Tom itu disini. Bila ingin tahu lebih lanjut ya..

Beberapa Tips Lainnya untuk Deteksi Bohong Di SMS atau Chatting
guy-933318_1280

image via : flicr

 Dari berbagai sumber dan pembahasan lain, beberapa pertanda yang juga bisa Anda gunakan untuk mengetahui seseorang sedang berbohong atau tidak saat sms atau chatting, adalah:

1.Tiba-tiba dia mengubah topik bicara, alias “nga nyambung”

Anda: “… emang Kamu lagi dimana? Udah jalan pulang?.”

Teman bicara Anda: “Di jalan nih,,. Sudah kamu istirahat saja. Kamu pasti ngantuk. Seharian kerja pasti cape… Istirahat lah..”

  1. Melakukan koreksi secara spontan

Anda: “Kamu lagi dimana? Kok nga ksh kabar”

Teman bicara Anda: “Lagi beres-beres … Masih dikantor, ngobrol sama teman ni.”

  1. Tiba-tiba jadi over alias berlebihan

Anda: “Kamu lagi dimana? Udah pulang?”

Teman bicara Anda: “Masih dijalan, beneran deh, sungguh nga bohong…”

Meski tak selamanya percakapan seperti itu bisa langsung menyimpulkan ada kebohongan atau sesuatu yang sedang ditutupi,

Namun, Anda tentu bisa merasakan bila ada sesuatu yang berbeda dari gaya bahasa atau gaya chatting orang tersebut yang lain dari biasanya.

Teknik Scan (Scientific Content Analysis)

Ada lagi pembahasan ilmiah yang lebih baik perihal bagaimana mendeteksi apakah seseorang berbohong lewat sms dan chatting ini.

Pak Handoko Gani, seorang pakar Human Lie Detektor Indonesia, pernah memperkenalkan teknik SCAN (Scientific Content Analysis).

Teknik scan merupakan teknik analisa verbal yang dilakukan lewat tulisan, sms atau chatting seseorang.

Tekniknya menggunakan 13 alat analisa untuk mendeteksi struktur kalimat seseorang dan menduga ada tidaknya unsur kebohongan.

Pak Handokok Gani pernah membahas 3 alat Teknik Scan*) tersebut, secara singkat sebagai berikut:

1. Perhatikan Kata Ganti Orang Yang Digunakan

Orang berbohong biasanya selalu menghilangkan kata ganti dalam susunan kalimatnya.

Kenapa begitu?

Sebab, kata ganti merupakan cerminkan dari kepemilikan, kedekatan, keakraban dan tanggung jawab.

Mereka yang menghindari penggunaan kata ganti biasanya sedang menunjukkan ketidakinginannya untuk dekat dengan peristiwa, keterlibatan dan tanggung jawab.

Contohnya begini:

Anda: “Gimana pak keputusannya? Sudah ada belum?”

Teman bicara Anda: “Kita belum bisa memutuskan sekarang! Jadi masih menunggu…”

Yang Anda tanya adalah bapak itu, Dan kenapa juga jawabannya “kita”?

Ada keraguan atau menghindari tanggung jawab dari si bapak saat dia menjawab dengan “kita”.

Dia merubah kata ganti dirinya menjadi “kita”…

2. Perhatikan Gaya/Cara Pengunaan Kata-katanya

Orang yang jujur biasanya konsisten dalam mempergunakan gaya/cara bicara.

Berbeda dengan orang yang bohong. Mereka punya gaya/cara bicara yang tiba-tiba bisa menjadi berbeda.

Kalau mau memperhatikan, Anda pasti bisa membedakan gaya/cara bicara setiap orang saat dia sedang sms atau chat.

Biasanya ada singkatan khusus atau beberapa potongan kata yang cuma dia saja yang biasanya melakukannya.

Itulah kenapa, saya paling males kalau disuruh membalas sms di HP Istri saya saat ada sms masuk dari salah seorang sahabat karibnya.

Kenapa begitu?

Karena saya punya perasaan bahwa sahabat karib istri saya itu pasti tahu kalau bukan istri saya yang membalas smsnya..

Ada gaya bahasa yang berbeda yang bisa ditangkap oleh sahabat istri saya itu.

Boleh jadi mereka selama ini ber-sms ria dengan bahasa gaul tertentu.

Ada ciri tertentu yang membedakan…

Istri saya itu, selalu memulai kalimat chatting-nya dengan huruf kecil bukan huruf besar. Dia akan selalu memulai kata-katanya dengan huruf kecil, misalkan

“gw lagi di jalan ni. nanti deh gw kontak loe lagi.”

Tertulis “gw” bukan “Gw” padahal kata di awal kalimat.

Kemudian, apakah selama ini istri saya itu menulisnya dalam bentuk “gw” apa “gue” atau “loe” atau ”lu”, saya juga kurang paham, tetapi sahabat istri saya pasti bisa membedakan.

Makanya, saya sering males kalau dimintakan bantuan membalas sms di HP istri saya.

Masing-masing orang punya gaya berbeda dan lambat laun Anda bisa hapal serta mampu untuk membedakannya.

Mulai deh perhatikan hal tersebut, Anda akan temukan hal-hal yang memang menjadi ciri khusus teman chatting Anda…

3. Perhatikan Caranya Memanggil Seseorang (Social introduction)

Cara memanggil seseorang juga bisa dijadikan indikasi ada tidaknya kebohongan.

Cara memanggil seseorang pada kadar tertentu bisa mengindikasikan kedekatan. Oleh karenanya, cara panggil yang berbeda bisa memunculkan keinginan untuk tidak dikenali oleh orang lain.

Contohnya begini:

Anda: “Kamu kenal sama si Amin?”

Teman bicara Anda: “Saya tidak kenal dengan orang itu! Siapa tuh..?”

Anda bertanya lewat sms kepada teman bicara Anda untuk mengkonfirmasi seseorang dengan menyebut “nama” dari orang tersebut.. Dalam hal ini si “Amin”

Namun jawaban sms teman bicara Anda amat sinis…

Dia bilang bahwa dia tidak kenal dengan orang itu..

Disini teman bicara Anda menghindari kata “Amin” dalam kalimatnya dan menggantinya menjadi “orang itu“.

Nah, hal ini juga bisa menjadi pertanda adanya kebohongan…

Kenapa begitu? Bisa jadi teman bicara Anda sedang berusaha untuk tidak mau dikaitkan dengan si Amin. Makanya dia tidak lagi menggunakan kata “Amin” melainkan menggunakan “orang itu” dalam jawabannya smsnya…

Begitu kira-kira 3 teknik Scan yang diuraikan pak Handoko Gani.

Sisanya nanti kita bahas lain waktu. Insha Allah.

Sekali lagi sahabatku, bahwa untuk mendeteksi seseorang itu berbohong atau tidak bukanlah cara mudah untuk dilakukan.

Para pakar deteksi kebohongan adalah orang-orang yang terlatih dan terus berlatih secara kontinyu untuk bisa mahir dalam mendeteksi kebohongan.

Artikel kali ini pun bukan alat utama yang bisa digunakan untuk mendeteksi kebohongan seseorang.

Sekedar saja untuk lebih berhati-hati dan menambah wawasan kita semua.

Dan, saya pun bukan pakar deteksi kebohongan, cuma seorang peminat dan pengamat saja.

Demikan, semoga selalu berkenan dihati dan kiranya sudi untuk men-share artikel ini.

*) source kolom Handoko Gani at Kompas

Den Hendra..

Photo credit: Pixabay